Senyum di Losmen Bu Broto

Berdamai dengan diri sendiri dan lingkungan menjadi topik utama yang diangkat dalam film ini. Losmen Bu Bruto menceritakan tentang sebuah keluarga yang memiliki losmen di Kota Yogyakarta. Losmen ini terkenal dengan pelayanannya yang ramah.

Maudy Koesnadi berperan sebagai Bu Broto dan Matias Muchus sebagai suaminya. Mereka berdua memiliki tiga anak bernama Pur, Sri, dan Tarjo. Semua ikut serta dalam pengelolaan losmen. Bu Broto sebagai mandor, Sri memastikan semua kelengkapan losmen, Pur bagian dapur, dan Tarjo mengantar tamu.

Bu Broto selalu menuntut sempurna dalam pengelolaan Losmen. Sri, Pur, dan Tarjo harus bisa mengelola losmen dan tidak boleh beraktivitas selain di Losmen. Losmen yang bernuansa Jawa klasik ini selalu ramai dengan tamu, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sedikit saja Sri, Pur, Tarjo salah memberikan pelayanan, Bu Broto akan marah ke mereka.

Dengan sikap Bu Broto, mereka bertiga merasa tertekan. Pur yang memendam perasaan bersalah karena pacarnya meninggal kecelakaan semakin terpuruk dengan kondisi keluarganya yang tidak harmonis. Sri yang pandai dalam hal apapun dan suka menyanyi harus mencuri waktu untuk menyalurkan hobinya. Sedangkan Pak Broto adalah sosok bapak yang bijak dan mendukung aktivitas anaknya, tetapi kalah dengan sifat Bu Broto yang keras.

Suatu hari, mereka menerima tamu bernama Jarot. Jarot dan Sri diam-diam pacaran. Keluarga Bu Broto yang mengetahui hubungan itu tidak setuju dengan pilihan Sri. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Sri hamil anak Jarot. Sri diperankan oleh Maudy Ayunda diusir dari Losmen. Sementara Jarot pergi meninggalkan Sri dan hanya menulis sebuah surat. Sri semakin terpuruk. Dia tinggal di rumah temannya sesama seniman.

Sementara Pur yang diperankan oleh Putri Marino sering tidak teliti dalam mengelola hotel. Bu Broto selalu marah-marah dengan Pur. Padahal Pur masih memendam rasa bersalah karena pacarnya meninggal.

Beberapa minggu kemudian, Jarot muncul lagi dalam kehidupan Sri. Ia menjelaskan alasan selama ini dia menghilang. Alasan itu diterima oleh Sri. Kemudian, mereka berdua datang ke Losmen untuk meminta restu.

Awalnya, Bu Broto tetap dengan pendiriannya yang keras menolak kehadiran mereka berdua. Kemudian Pak Broto dengan bijak mengajak Bu Broto untuk menerima semuanya dengan baik. Jangan terlalu keras. Pak Broto mengingatkan masa lalu mereka yang harus meminta restu ke Bapak Bu Broto.

Setelah semua berdamai dengan diri sendiri dan saling memaafkan, keluarga ini lebih bahagia. Senyum mengembang di semua sudut bibir penghuni Losmen. Sri dan Jarot menikah dan memutuskan hidup berdua di rumah yang berbeda.






 

Komentar

Postingan Populer